Keterangan Foto 1: Kamil saat di JNE Tarakan
--- Kurir dan Komika Jadi Dua Kata Lucu
Meskipun sebagian orang menganggap
kurir sebagai pekerjaan rutinitas yang monoton. Hal senada tidak dirasakan oleh
Kamil yang sehari-hari menarik gas motornya untuk melintasi jalanan. Ia dikenal
sebagai kurir stand-up di kalangan teman kerja dan di komunitasnya. Setiap
paket yang diantarnya menjadi bagian dari cerita seru yang kemudian ditunggu
untuk didengar.
Kamil merupakan anak ke lima dari
tujuh bersaudara. Perjalanan pria kelahiran Tarakan tersebut di JNE tidaklah
instan. Ia mengawali karirnya sebagai kurir di JNE Tarakan pada tahun 2020.
Terkenang olehnya masa-masa sulit saat menjadi kurir. Ia harus menghadapi cuaca
yang tidak menentu dan tuntutan stamina yang prima.
“Sempat ada tawaran jadi kurir di
tempat lain yang gajinya lebih gede, tapi saya tolak,” tegas Kamil.
Bukan tanpa alasan, Kamil memilih
untuk tetap bekerja di JNE Tarakan karena telah menemukan lebih dari sekadar pekerjaan.
Ia melihat adanya jenjang karir yang nyata serta budaya perusahaan yang sangat
memanusiakan manusia.
“Di sini (JNE Tarakan) sudah
kayak keluarga. Bukan lebay ya. Tapi
bagiku JNE ini tempat dimana dedikasi sangat dihargai, dan setiap pekerjaan kita
mendapat dukungan penuh dari perusahaan. Bahkan sudah ada bukti di sini yang
awalnya kurir bisa jadi kepala cabang,” ungkap anak dari pasangan Junain dan Fatimah
tersebut.
Keputusan Kamil untuk bertahan di
JNE membuahkan hasil. Selain kerja keras dan integritas, berkat core value JNE yang diterapkan, membuatnya
kini dipercaya menjadi leader dari tim kurir di JNE Tarakan.
“Bahkan kami sebagai kurir sudah
sampai sedekat itu dengan pelanggan. Banyak yang sudah kenal baik karena sering
mengantar ke rumahnya. Ndak jarang
juga kami dikasih tip. Bisa dalam bentuk duit, atau sekadar minuman berupa
kopi,” ujar Kamil yang saat ini berusia 30 tahun.
Selain mengemban tanggungjawab
sebagai leader, Kamil punya sisi kreatif yang unik. Berbekal pengalaman di
lapangan saat menjadi kurir, kemudian dirangkai menjadi cerita lucu yang
kemudian dituangkan ke dalam materi stand-up comedy. Bahkan, bakat tersebut
mengantarkan dirinya menjadi juara 2 di Kompetisi Stand Up Comedy yang diadakan
oleh Bank Indonesia di Kalimantan Utara (Kaltara).
“Jadi di panggung itu persona saya
sebagai kurir. Beragam cerita pas jadi
kurir yang kubawakan. Alhamdulillah dapat juara 2 se-Kaltara,” ungkap suami
dari Tita tersebut.
Kamil memberikan bukti bahwa
sebagai seorang yang berprofesi sebagai kurir, tidak menghalanginya untuk
menjadi komika (seorang stand-up komedian).
Ia beranggapan, justru dengan persona “kurir” membuat masyarakat menjadi lebih
paham sisi humanis di balik seragam kurir yang dikenakannya.
“Saya pengen jelasin ke penonton,
bahwa kurir juga manusia. Waktu itu kubawakan bit (bagian dari materi stand-up comedy) tentang cerita ketika saya
digigit seekor anjing, ternyata pecah tawa penonton,” imbuhnya.
Keterangan Foto 2:
Kamil saat mengikuti Kompetisi Stand Up Comedy yang dilaksanakan oleh
Bank Indonesia Perwakilan Kaltara.
Perjalanan Kamil bisa sampai di
panggung stand-up comedy bermula secara tidak sengaja. Saat itu Ia menghadiri
event komunitas Stand Up Indo Tarakan. Rasa percaya diri yang tinggi di
panggung Ia dapat saat masih sekolah di SMA Muhammadiyah Tarakan.
“Dulu memang pernah ikut lomba kultum di sekolah. Satu sekolah nonton.
Jadi sudah biasa berbicara di depan umum,” tutur Kamil yang saat ini tergabung
dalam Komunitas Stand Up Indo Tarakan.
Dilanjutkannya, saat itu terdapat
challenge bagi penonton yang berani
naik ke panggung akan mendapatkan tiket gratis untuk menonton show Arief Brata,
tamu komika nasional yang diundang ke Tarakan.
Karena lumayan percaya diri dan
punya banyak cerita lucu seputar kurir, saya langsung maju dan terima tantangan
Open Mic (membawakan materi stand-up
comedy) dari panitia. Ternyata responnya luarbiasa. Nah dari situ saya
ketagihan,” kenang Kamil.
Bagi Kamil, bekerja di JNE adalah
sebuah cerita tentang “Bergerak Bersama” untuk memberikan pelayanan terbaik.
Terdapat cerita perjuangan, integritas, serta tawa yang menyatu. Sementara di
atas panggung stand-up comedy, Ia berubah menjadi sosok yang paling ditunggu
untuk didengar ceritanya sebagai inspirasi dan mengantarkan kebahagiaan.
“Dunia kurir itu penuh dengan cerita. Pokoknya ada aja yang bisa dijadikan materi. Target saya saat ini bisa jadi opener di acara komunitas. Tentunya sembari tetap menjaga performa terbaik sebagai leader kurir di JNE,” pungkasnya.(*)
#JNE #ConnectingHappiness #JNE35BergerakBersama #JNEContentCompetition2026 #JNEBeragamCerita


No comments:
Post a Comment